Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan popularitas fenomena media sosial baru yang dikenal dengan Jokibandar. Berasal dari hutan lebat di Indonesia, bentuk hiburan unik ini telah hadir di layar jutaan pengguna di seluruh dunia.
Jokibandar, yang diterjemahkan menjadi “monyet hutan” dalam bahasa Indonesia, adalah sensasi viral yang menampilkan video monyet liar yang melakukan aksi lucu dan seringkali keterlaluan. Video-video ini biasanya diambil oleh penduduk setempat yang tinggal di dekat hutan dan dibagikan di berbagai platform media sosial, sehingga dengan cepat mendapatkan perhatian dan menjadi viral.
Apa yang membedakan Jokibandar dari konten viral lainnya adalah tindakan para monyet yang tidak dapat diprediksi dan lucu. Mulai dari mencuri makanan dari wisatawan yang tidak menaruh curiga hingga mengendarai sepeda motor dan bahkan mengerjai satu sama lain, video-video ini memberikan gambaran sekilas tentang sifat lucu dan nakal dari makhluk cerdas ini.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kebangkitan Jokibandar adalah meluasnya ketersediaan ponsel pintar dan platform media sosial di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dengan hampir 175 juta pengguna internet di negara ini, video viral yang menampilkan hewan liar telah menjadi bentuk hiburan populer di kalangan pengguna dari segala usia.
Selain itu, daya tarik Jokibandar terletak pada kemampuannya menjembatani kesenjangan antara manusia dan satwa liar, menawarkan perspektif yang ringan dan seringkali menyentuh hati mengenai interaksi antara keduanya. Dengan menampilkan sisi lucu monyet di habitat aslinya, video-video ini telah memicu minat baru terhadap konservasi dan perlindungan satwa liar.
Namun, kebangkitan Jokibandar juga menimbulkan kekhawatiran mengenai implikasi etis dari eksploitasi hewan liar untuk tujuan hiburan. Kritikus berpendapat bahwa video-video ini dapat mendorong perilaku berbahaya terhadap satwa liar dan melanggengkan stereotip bahwa monyet bersifat nakal dan berbahaya.
Meski mendapat kritik, popularitas Jokibandar tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Dengan semakin banyaknya pengguna media sosial yang menginginkan hiburan viral berikutnya, tampaknya monyet hutan ini akan tetap ada – berayun dari pepohonan di hutan langsung ke umpan berita Anda.
